“Mas Ansell jangan pergi!” “Mas Ansell!” Ansell sontak terbangun ketika mendengar isterinya yang merancau dengan mata terpejam, lelaki itu segera memeluk dan mencium dahi isterinya berusaha untuk menenangkan Anwa dalam mimpinya. “Sstt... sayang. Mas disini, Mas enggak kemana-mana.” “Sayang, bangun yuk?” ujar Ansell sambil mengecup pipi isterinya, tak hanya satu melainkan banyak hingga membuat Anwa merasakan pipinya basah. “Mas Ansell?” tanya Anwa dengan suara parau akibat terlalu banyak menangis. “Mas disini, enggak kemana-mana,” ujar Ansell kembali merapakan tubuh mereka. Anwa menatap manik hitam milik suaminya yang seolah ikut mengatakan bahwa ia tak akan kemana-mana. Ia memejamkan matanya, merapatkan tubunya ke sang suami. “Aku minta maaf Mas,” pinta Anwa. “Minta maaf apa sayang?

