Beni bangun di sebuah rumah yang sangat asri. Saat Beni menengok keluar, terlihatlah jajaran rumah yang mirip dengan rumah yang dia tinggali. Terbuat dari batu bata merah kombinasi kayu dan anyaman bambu. Atapnya sudah terbuat dari genting tanah liat. Rumah-rumah ini berjajar dengan rapi dikelilingi tembok batu bata merah yang sangat khas Majapahit. Tentu saja, Beni sebagai arkeolog tahu betul ciri-ciri bangunan ini. “Aku sudah berada di Wilwatikta! Suara dengungan di telinga yang diceritakan oleh Arya itu ternyata memang benar adanya!” gumam Beni. Beni berdiri di depan rumahnya sambil mengamati apa saja yang dilakukan oleh orang-orang di zaman ini. Orang-orang lalu lalang di depan rumah Beni, beberapa menyapa Beni dengan sopan. Sepertinya Beni bukan rakyat biasa. Beni masuk ke dalam r

