17. Niken Cemburu

1700 Kata

TOK! TOK! TOK! “Arya! Kinar!” Kinar membuka matanya perlahan. Kelopak matanya terasa sangat berat. “Ya, Bu!” Tiba-tiba Kinar mendengar suara dari bawah tempat tidurnya. Kinar menoleh ke bawah. Arya juga baru saja bangun dari tidurnya, Arya memegangi kepalanya lalu bangkit berdiri membuka pintu kamar Kinar. “Kok belum pada bangun? Kalian kesiangan lagi?” tanya Bu Ningsih saat pintu terbuka. “Kinar hari ini biar istirahat di rumah saja, Bu! Nanti Arya masuk agak siangan aja,” jelas Arya. “Ya sudah! Buruan mandi! Ibu tunggu sarapan di meja makan ya! Kamu juga Ibu tunggu ya, Kinar!” “Ya, Bu!” jawab mereka kompak. Setelah Bu Ningsih turun ke ruang makan. Kinar membantu Arya membereskan kasur busanya. “Lho? Mas Arya kerja?” tanya Kinar. “Iya lah! Aku kan ngga sakit,” jawab Arya. “Ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN