Bagian 35

972 Kata

“Tuan ini tiket dan info mengenai kampus yang akan menjadi tempat belajar anak Anda,” kata seorang pria yang merupakan suruhan dari Bima. Orang itu kembali menyerahkan amplop coklat yang berisi beberapa dokumen dan tiket penerbangan ke Surabaya. “Terima kasih,” balas Bima. Kemudian pria itu pun undur diri meninggalkan atasannya di ruangannya. Bima pun nampak memperhatikan amplop itu. Segalanya telah siap, namun Rain belum menerima perintahnya untuk pindah ke Surabaya. Mungkin nanti ketika pulang, dia akan memberitahu pemuda itu. Rain sendiri tampak tidak begitu semangat ketika mengikuti mata kuliahnya. Dia tahu jika Bima tidak akan tinggal diam ketika dia terus menolak untuk pergi. Pastinya pria paruh baya itu masih mempertahankan pendiriannya untuk membuat Rain menyetujui permintaanny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN