Rain pulang dengan muka yang sedikit babak belur. Kirana yang pertama kali mendapati anaknya seperti itu pun nampak khawatir. Bima yang belum pulang pun tak tahu jika sang anak kembali berulah. “Aku baik-baik saja, Ma,” jelas pemuda itu kepada Kirana. Bukan Kirana namanya jika tidak bersikap berlebihan. Wanita paruh baya itu bahkan sudah menyiapkan air dingin beserta P3K. Dia mendudukkan Rain di kursi dekat dapur. Rain yang diperlakukan seperti ini pun hanya bisa pasrah. Percuma jika dia menolak, Kirana akan tetap memaksanya. Dengan telaten wanita itu mengobati luka di wajah Rain dengan obat merah. Sedikit ringisan keluar dari bibir pemuda itu karena merasakan perihnya obat merah. “Kamu habis ngapain, sih, Rain? Jangan buat Mama khawatir,” kata Kirana yang memang tidak pernah membeda

