Rain yang sedari awal tidak bersemangat untuk ikut pun hanya berdiam diri sejak perjalanan menuju ke rumah Putra. Awlanya dia tidak mengetahui jika keluarganya diundang untuk ke rumah pemuda itu. Dia pikir ini hanya kunjungan biasa yang dilakukan oleh Papanya. Namun, ketika mendengar jika tujuan mereka adalah ke rumah calon dokter itu, dia menjadi tak bersemnagat. Disa sendiri sudah mengajak kakak tirinya itu untuk berbicara. Nyatanya Rain sendiri menjawab dengan raut muka yang cuek. Rumah Putra sendiri tak jauh berbeda dengan rumah mereka. Cukup besar mengingat mereka adalah keluarga dokter di mana semua keturunannya adalah orang sering berada di rumah sakit. Bima dan Kirana turun terlebih dahulu diikuti oleh Disa dan Rain di belakang mereka. Di ambang pintu sendiri sudah ada seorang wa

