115, Kucing 3

1084 Kata

“Loh, kucing hitam ini?!” pekik Emran terkesiap saat mendapati kucing hitam itu masuk ke dalam ruangannya. Ia membuka kembali pintu ruangannya dan mengeluarkan kepalanya untuk memindai keadaan di sekitarnya. Tetapi, tidak ada siapapun di sana. Meong! Emran menatap kucing hitam yang tengah berputar mengelilingi kakinya. Ia duduk kemudian mengusap kepala kucing yang sangat manja dengannya itu. “Apa mungkin dia mengikuti aku sampai ke sini?” pikir Emran. Meong!Meong! Raungan kucing hitam itu membuat Emran bertanya-tanya apa mungkin makhluk menggemaskan itu tengah lapar? Jika iya, Emran tidak memiliki makanan apa pun untuknya. Kucing itu melompat ke pangkuan Emran. Pria itu melangkahkan kakinya keluar dari dalam ruangan dengan niat mencarikan makanan untuk si hitam tersebut. “Wah, Pak Em

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN