113, Kucing 1

1209 Kata

Emran mengemudikan motornya sembari menyanyikan beberapa lagu favoritnya. Kepalanya menggeleng ke sana kemari seakan alunan musik nyata menggema di telinganya. Mengendarai motor terasa begitu menyenangkan jika dilakukan seperti ini. Ia bahkan seperti lupa jika dirinya sedang berkendara saat dibarengi konser solo seperti saat ini. Tiba-tiba … Seekor kucing hitam melintas tepat di hadapannya. Buru-buru Emran mengerem kendaraannya dengan panik. Ban motornya hampir saja menyentuh badan kucing tersebut. Meong! Kucing hitam itu masuk ke dalam semak-semak yang berada di tepi jalan. Napas Emran tercekat sesaat tatkala ban motornya hampir menggilas tubuh kucing hitam itu. Ia menatap ke arah semak-semak sambil mengusap dadanya. “Untung saja aku masih bisa mengerem motorku. Kalau tidak, kucing it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN