"Bu Latifah?" Qisya bertanya sembari mengamati wanita paruh baya yang tengah berdiri tak jauh dari swalayan tempatnya berbelanja. Wanita yang disebutkan namanya itu pun menoleh. Ada kekagetan dan secercah harapan yang terpancar dari mata tuanya. Namun begitu, ekspresi wajah Latifah terlihat malu dan sungkan. "Bu Qisya," jawab Latifah yang terdengar seperti sapaan. Dia menunduk tanda hormat. Bagaimanapun, Qisya adalah wanita yang memberinya pekerjaan tiga tahun yang lalu. Jadi, sepatutnya Latifah bersikap santun dan beramah tamah. "Benar, kan, ini Bu Latifah?" tanya Qisya, mencoba meyakinkan dengan penglihatannya. Bukan tanpa alasan. Qisya masih ingat dengan jelas, Latifah yang dulu begitu sehat dan bugar. Saat mengundurkan diri pun, Latifah terlihat baik-baik saja. Akan tetapi, sekara

