Sissi menatap kesal ke arah nampan di atas nakas yang berisi semangkuk bubur dan segelas s**u. Sudah lebih dari tiga hari ini setiap ia bangun Digo sudah tak ada disampingnya. Lebih rumit sudah beberapa hari ini Digo tak pernah pamit dan membangunkan saat akan pergi ke kantor. Sissi masih termenung dan siapkan sarapn yang sudah disiapkan bik Na untuknya. Hatinya sedang tak menentu rasanya. Digo seperti sengaja menghindarinya, semua berawal dari beberapa waktu lalu saat itu Sissi yang tengah lemas dan kurang enak badan karena terus-terusan muntah, saat itu Digo yang baru pulang lembur malam langsung dialokasikan di sebelahnya dan memeluknya. Tapi Sissi tetap risih saat itu, bukan tidak mau, tapi ia tetap badannya sakit semua dan tidak enak. "Digooo! Sana'an ih, aku gerah neh. Badan aku sa

