Setelah pulang dari rumah Lidya, Daiva semakin mendapatkan satu bukti yang menyakitkan hatinya. Belum pernah ... tidak pernah terlintas di pikirannya kalau suami yang dia cintai bisa berbohong. Entah apa tujuannya kali ini, Daiva masih menyelidikinya. “Kamu ke kantor hari ini?” tanya Naresh dengan nada seriusnya. Pria itu telah selesai mandi dan sudah berganti pakaian tidur. Rambutnya yang masih basah meneteskan air ke badan. Kemudian Naresh berjalan mendekat dan duduk di sofa di samping Daiva. Tangannya dia bawa untuk menyentuh tubuh sang istri kemudian mengelusnya dengan lembut. “Sayang ....” Naresh menegurnya kali ini dan mengubah nada suaranya menjadi lembut. Tidak ada lagi nada serius, nada rendah yang seoah menyudutkan Daiva. Oleh karena itu, Daiva baru menoleh. Perempuan itu

