Sudah hampir lima belas menit Sabrina duduk diam di teras kafe yang langsung menghadap ke jalan. Di hadapannya telah tersaji secangkir vanilla latte yang sama sekali belum disentuhnya. Pandangannya lurus ke depan, menelusuri jalan sempit beraspal di mana kendaraan roda empat dilarang melintas. Di sisi kanan dan kirinya berjajar kafe-kafe lain serta bangunan-bangunan kecil yang menyediakan berbagai pernak-pernik dan aksesoris menarik. Seorang cowok seusianya berjalan agak terburu-buru melewati Sabrina dan berhenti di toko bunga yang terletak tepat di sebelah kedai roti dan bakery di seberang jalan. Sabrina memperhatikannya sambil menebak-nebak untuk siapakah bunga yang akan dibelinya. Namun cukup lama cowok itu tak juga keluar dari toko bunga, hingga seorang pria berpakaian rapi datang dan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


