Sabrina tak ingin membuang waktu. Ia sadar semakin lama ia menunda, semakin jauh Gara akan pergi. Dan semakin jauh Gara pergi, maka akan semakin sulit baginya untuk berbicara dan memohon maaf padanya. Sabrina berusaha keluar dari kerumunan dan berlari menyusul Gara dengan diikuti seluruh pasang mata di area itu. Saat itu Gara baru saja menginjakkan kakinya di rerumputan dan langkahnya otomatis terhenti akibat Sabrina yang mendadak berdiri menghalanginya. "Kak Gara, plis jangan pernah pergi lagi..." Sabrina memohon dengan suara bergetar. Rasa takut, rasa bersalah, serta penyesalan yang amat sangat berkumpul menjadi satu dalam jiwanya. Gara hanya diam. Ekspresi wajahnya tak terbaca. Dia begitu dingin dengan sorot mata yang seakan mampu merenggut semua keceriaan yang ada di sekitarnya. S

