12 [Crazy Seniority]

1056 Kata

Awan kelabu nampak semakin tebal menyelimuti langit Jakarta sore itu. Menandakan bahwa rintik-rintik air hujan bisa turun kapan saja, entah satu jam kemudian, satu menit, atau bahkan satu detik setelahnya. Namun hal itu sama sekali tidak meruntuhkan rencana Rama bersama model paksaannya. Justeru momen seperti inilah yang sejak seminggu lalu ditunggunya. "Udah sampe, turun lo!" pinta Rama, sedetik setelah mesin motornya dimatikan. Sabrina yang masih duduk menyamping di boncengan motor Rama, celingukan memandangi tempat pemotretan pilihan Rama. Di hadapannya hanya ada tanah lapang dengan rumput hijau nan lebat lengkap dengan dua gawang di sisi kanan dan kirinya. Nampaknya lahan itu sering digunakan untuk bermain bola oleh anak-anak yang tinggal di pemukiman sekitarnya. Jauh di belakangnya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN