Selamat membaca gengs! ** “Gue bilang kan kalau lo ikut sama gue ke ruangan Dosen. Jadi gini kan.” Sudah berulang kali omelan Nevan pada Tasya terdengar. Mereka masih berada di kampus, tepatnya di uks setelah Nevan meminta Tasya untuk membersihkan diri di toilet lain dan juga berganti pakaian. Tasya sempat heran dari mana Nevan mendapatkan pakaian untuknya, tetapi dia tidak berani untuk bertanya karena tadi aura Nevan begitu mengerikan. Meski Tasya tahu tatapan Nevan padanya masih begitu lembut. “Udah deh dari tadi di bahas mulu, katanya suruh aku istirahat,” keluh Tasya. Nevan menyuruhnya untuk berbaring, istirahat sebelum mereka pulang. Tetapi sejak tadi Nevan terus saja membahas kesalahannya yang tidak ingin ikut dengan Nevan ke ruangan Dosen. Bukan tidak ingin tetapi kan ka

