Renata panik!! Sepanik-paniknya!! SIAPA INI???? Dengan kalut, ia lalu memandang ke arah sekelilingnya, tapi tidak ada yang aneh. Semuanya tampak normal dan biasa saja. Para pengunjung juga tidak menunjukkan reaksi apapun. Ia baru saja sampai kemarin. Selain Meilani, Sascha dan Ona, tidak ada seorangpun yang mengetahui keberadaannya di negara ini. SHITTT!!! SIAPA INI??? Apa ia dikuntit? Sebentar… Oleh siapa?? Apa tujuannya?? Kenapa harus dia?? Renata lalu melirik curiga ke arah pelayan yang tadi melayaninya dengan senyum ramah. Mungkin pengirim pesan misterius ini adalah pria tersebut?? Tapi kenapa? Untuk apa? Apa mungkin….. Di tengah kekalutan dan kebingungannya, ia lalu memutuskan untuk menelepon Sascha di New York. Untungnya, tidak ada perbedaan waktu diantara kedua negara ters

