Kantor pusat Viva Dolcia, Milan, Italia, malam hari “Ciaooooo….” “Ciaooooooo…” Sapaan ramah bermakna selamat tinggal itu mengalir keluar dari mulut para karyawan dan staf majalah Viva Dolcia yang sekarang mulai meninggalkan “rumah kedua” mereka. Ya, di kota ini, rata-rata penduduknya adalah para pekerja keras yang rela untuk banting tulang sampai malam untuk mengais rejeki. Tak heran jika Milan adalah salah satu kota dengan penghasilan per kapita paling tinggi di negara tersebut. Kini, untuk sementara waktu, Renata menjelma menjadi salah satu diantara mereka. Ia berjalan lunglai dan keluar dari kantornya dengan langkah gontai. Kedua matanya terasa sangat berat bagai dipasang ribuan beban. Ia kelelahan. Untunglah besok ia mendapat libur sehari penuh. Jadi, setidaknya ia bisa beristi

