SPERM 16 ° sad moment a part ° "TABI-TABI?"  Bitha mendongak, didepannya berdiri cowo yang dikangeninya. Bitha pun berdiri. Sejenak dia kicep. "H-hai," Bitha ngangkat tangannya. Joe natap Bitha gak percaya. "Tampar gue," Joe nepuk pipinya sendiri. "Eoh?" "Tampar gue." PLAKK! "Ciss, bener-bener ini lo. Bukan mimpi," katanya. Ada lengkung dibibirnya. Bitha menatap Joe yang emang udah berubah. Lebih tirus. Rambutnya gak gondrong lagi. Dan, style nya pun berubah. Pake kemeja dan jas. Mirip seorang CEO, kayak Bian. "Udah jadi direktur nih?" tanya Bitha. "Gak. Abis sesi pemotretan pre-wedd," "Oh, masih jadi fotografer?" Joe ngangguk, netranya gak lepas natap Bitha. Rasanya pengen meluk bidadari didepan

