Raka menggenggam tangan kanan sang istri dengan sangat erat. Mungkin takut jika kesayangannya itu sampai terlepas. Atau karena memang sudah menjadi kebiasaan, pria itu selalu memperlakukan Tiara dengan manis. "Mas." panggil Tiara yang manut saja mengekori langkah sang suami. "Hmm ...." "Kita dimana, sih?" tanyanya penasaran. Tujuan mereka adalah Surabaya, mengapa banyak orang sipit disini. "Katanya mau lihat bunga sakura." sahut Raka masih tetap berjalan dengan menuntun Tiara dan menggeret koper. Tiara berhenti melangkah dan menarik-narik tangan Raka agar pria itu berhenti. Dia harus meluruskan segalanya sekarang. "Jangan-jangan kita salah naik pesawat, Mas." tuturnya mengeluarkan analisis singkat yang masuk ke dalam otaknya. "Lihat, itu bukannya tulisan Jepang? Terus lihat petugasnya

