31

1045 Kata

Ruang serba putih dengan hiasan mawar putih disetiap sudutnya, lampu gantung kristal menghiasi ditengah ruangan. Gaun putih melekat pas pada tubuh Vian, setangkai bunga digenggam nya. Vian tampak cantik dan bersinar dan akan semakin tambah cantik jika saja Vian tersenyum, namun bibir raum itu tak memperlihatkan senyuman sedikit pun. "Ada apa dengan wajah mu?" Ken masuk dengan gagahnya, tuxedo melekat pas pada tubuhnya. Vian bergeming, dia hanya menggelengkan kepala, bibirnya terkunci rapat. "Ada apa dengan bahasa tubuh itu, apa lipstick yang kau pakai membuat bibir mu berat?" Lagi lagi Vian menggelengkan kepala, membuat Ken kesal. Hap... "Bicara atau akan ku pastikan lipstick tebal itu akan berantakan" ancam Ken. Bukanya takut, Vian mendongak menatap Ken langsung dimatanya. J

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN