Chapter 17 ** ** Flashback Krekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk…….. Bunyi kursi yang di tarik mengalihkan perhatian seluruh manusia yang menempati meja nomor dua puluh tiga. ‘’Maaf aku telat…’’ kata Ahmad tiba-tiba. Semuanya terdiam sebab terkejut, Khadijah dengan mulut terbuka kecil dan matanya yang membulat terkejut, Amel dengan ciri khasnya itu langsung barteriak spontan, Husain yang tidak kenal hanya melihat siapa pria itu dengan kebingungan, dan Syifa terdiam dengan seribu perasaan berkecamuk dalam hatinya. Lagi, lagi, dan lagi mereka terlibat dalam suasana hati yang canggung dan menyedihkan. Ketika semua orang dalam satu meja itu terkejut dan ditembaki dengan rasa canggung, berbeda dengan Amel yang sudah berteriak. ‘’Loh!! Bapak! Ngapain di sini!!!’’ teriak Amel kencang sampai menar

