Chapter 19 ** ** Aku bekerja sesuai tugas dan fungsiku sebagai ketua kegiatan sembari melihat wajah anak-anak semester baru. Dan tatapanku terhenti pada gadis yang tertawa sambil memegang bahkan meremas kepalanya. Bagiku itu terlihat aneh, sebab tawanya bukanlah tawa mengundang bahagia. Aku terus memperhatikan gadis yang menggunakan setelah gamis berwarna army tanpa kedip. Lalu aku melihatnya berdiri tertatih menuju belakang tenda. Aku yang tengah memperhatikannya reflek berdiri dan mengikuti gadis yang mencurigakan itu. Gadis it uterus berjalan padahal ia sudah sampai di belakang tenda tapi sayangnya kondisi memang terlalu ramai. Sampai pada akhirnya dia berhenti di belakang pohon lalu menyibak kerudungnya sambil menangis dan mulai menarik rambutnya kuat. Saat itu aku masih bingun

