"Ayo kita pulang El. Hari sudah mau gelap." ucap Kevan saat di pemakaman itu hanya tinggal tersisa dirinya dan putranya saja di sana. Semua orang sudah pergi sejak beberapa jam yang lalu, tapi El terlihat sangat terpukul di sana dan seperti enggan untuk meninggalkan pemakaman. "Daddy pulanglah dulu. Aku akan pulang saat aku ingin, nanti. Biarkan aku di sini sebentar lagi." ucap El yang terdengar pilu sekali. Ya, El masih belum menerima kepergian Samantha yang terlalu cepat itu. Lebih tepatnya ia tak bisa menerima hal itu. Tidak. "Baiklah. Tapi saat kau pulang nanti, kau tidak akan menemukan Daddy di rumah. Daddy akan pergi sebentar. Ada sesuatu yang harus Daddy urus di luar." ucap Kevan yang hanya dijawab anggukkan asal oleh El. Tapi sepertinya respon El akan langsung berubah saat i

