part 17 HAK

2047 Kata
Winter mendorong koper nya ke dalam kamar nya,dia dan Dona bahkan belum bicara apapun sama sekali dari makan siang bersama tadi.Winter ingin menyapa tapi entah kenapa lidah nya menjadi kelu dan berujung dengan tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua. “eh,kamar kalian ada di sebelah kamar kamI?” tanya Winter bingung saat melihat Devan yang masuk ke kamar di sebelah Winter,setelah perdebatan panjang di kantor tadi akhirnya Axel dan Devan memutuskan untuk sekamar walau awal nya Devan ingin memesan kamar lagi tapi karena penuh akhirnya dia pasrah menerima fakta harus sekamar dengan Axel. Devan mengangguk “kamu kira kami bakal dimana,Axel hanya menyewa hotel ini untuk menginap” Devan mengatakannya dengan nada jengkel,dia masih tidak menerima fakta itu,jika hotel ini bukanlah yang terdekat dengan kantor nya dia sudah pasti pergi ke hotel lain dan memesan kamar. “oh gitu,oke deh bye bye” “eh tunggu” Winter mehentikan tangannya yang membuka knok pintu dan menatap Devan “kamu malam ini ikut? cuma minum minum biasa” Winter nampak berpikir “nggak wajib sih,tapi rekan kantor ikut semua” “oke,aku ikut” balas Winter lalu masuk ke kamar nya,tidak mungkin juga kan dia menolak,kapanlagi dia bisa bersenang senang di Korea Winter meletakkan koper nya di samping bed dan masuk ke dalam kamar mandi,karena badannya yang terasa sangat lengket sekarang “akhhh” Winter dengan cepat menutup pintu kamar mandi kembali setelah dia melihat Dona yang sedang mandi di dalam nya,Winter menepuk jidat nya bisa bisa nya dia langsung membuka pintu kamar mandi. Setengah jam kemudian Dona keluar dari kamar mandi,Winter langsung bangkit dan mendekati Dona. “maaf,aku tidak tahu kalau ada kamu di dalam kamar mandi” sesal Winter Dona tersenyum lalu mengangguk “tidak apa apa,salah aku juga tidak mengunci pintu nya” Winter terpana dengan senyuman Dona,dia kira Dona adalah tipe wanita jutek dan dingin ternyata tidak sama sekali. “hm,omong omong koper kamu dimana?” tanya Winter bingung saat tidak melihat koper Dona “oh iya,sebenarnya tadi aku ingin bilang kalau aku tidak menginap di hotel” Dona mengambil sisir dari tas nya dan menyisir rambut nya “aku punya nenek disini dan beliau meminta aku untuk tinggal disana,walau agak jauh tapi mau gimana lagi itu keinginan beliau” Winter terkejut saat mengetahui Dona memiliki darah campuran,pantas saja Dona sangat cantik “tapi jangan khawatir,sesekali aku bakal kembali dan istirahat sebentar” Dona merapikan barang nya dan memakai tas kecil nya “aku pergi dulu ya” “malam ini ada acara minum,kamu ikut?” tanya Winter,Dona mengangguk “sebenarnya aku malas ikut,tapi semua orang ikut kan jadi dengan terpaksa ikut” balas Dona lalu melambaikan tangannya dan pergi,Winter dengan refleks juga melambaikan tangannya. Setelah kepergian Dona,Winter langsung menjatuhkan badannya di bed,pantas saja Axel nempel terus dengan Dona,selain itu Winter juga baru tahu kalau Dona memiliki posisi yang hampir sama dengan Axel,jika Axel adalah CEO nya maka Dona juga memiliki posisi yang sama,tetapi dalam hal saham karena perusahaan orang tua Dona memiliki saham 30% di perusahaan Axel. ** Winter memasang sweater nya dengan erat,dia hanya akan memakai pakaian santai karena hanya minum minum biasa,dengan memakai sweater dan celana sudah cukup membuat Winter nyaman dengan suhu yang dingin. “-2 derajat celcius” gumam Winter,lalu memegang erat hotpack nya,dia belum pernah merasa sedingin ini walau sekarang musim semi tapi udara masih sangat dingin apalagi saat musim dingin mungkin Winter bisa mati kedinginan. “sudah siap?” tanya Devan,Winter mengangguk dan mereka berjalan berdua menuju tempat yang sudah di tentukan. “kamu nggak kedinginan nggak pakai jaket?” tanya Winter saat melihat Devan yang dengan santai nya hanya memakai baju kaos tanpa jaket. Devan menggleng “dahulu aku pernah tinggal di hanbin china,disana saat musim dingin bisa mencapai -10 derajat celcius bahkan lebih,jadi untuk dingin ini masih biasa” Winter ternganga saat mendengarnya,hell -2 derajat saja dia sudah kedinginan bahkan alergi dinginnya saja sudah kembali kumat,bagaimana jika -10 derajat celcius bisa bisa jadi es. “kamu Alergi dingin?” tanya Devan saat melihat Winter berulang kali memegang hidung nya “jika terlalu dingin,alergi nya akan kumat” balas Winter,dia benar benar kedinginan sekarang,seharus nya dia memakai pakaian yang lebih hangat. “tunggu sebentar” Devan berlari memasuki minimarket dan tidak berapa lama kembali “pakai ini” Devan membelikan Winter sarung tangan dan memasangkannya “aku rasa ini sudah cukup hangat” Winter mengangguk,sekarang tangannya terasa lebih hangat,padahal nama nya adalah Winter yang artinya musim dingin tetapi dia sama sekali tidak kuat. ** Winter memakan ayam dengan semangat,dia baru tahu kalau di korea ada berbagai macam rasa untuk ayam,biasanya dia hanya memakan ayam yang di goreng biasa tapi tidak disini benar benar ada banyak rasa yang dia sukai. “kamu mau minum lagi?” Devan menawari untuk mengisi gelas Winter,Winter mengangguk dan langsung meminum minumannya dengan sekali tegukan. Alkohol disini pun terasa beda dengan alkohol yang sering dia minum,kata pelayan ganteng yang membawakan minuman ini bernama soju dan memiliki kadar yang lebih rendah,maka karena itu Winter menjadi percaya diri untuk meminum nya. Winter tertawa terbahak saat dia melihat pimpinan yang lain melakukan lelucon “kalian tahu,saat aku ingin mengambil barang nya dimalah melakukan ini” Winter tertawa keras lagi saat melihat pria itu memperagakan bagaimana cerita nya. “Devan,mau minum lagi” ucap Winter saat melihat gelas nya yang kosong,Devan menatap nya heran tapi dia tetap mengambil soju untuk Winter. Winter terus meminum soju nya bahkan sampai 1 botol habis untuk diri nya sendiri,Winter tidak mengerti kenapa dia bisa meminum sebanyak itu  padahal dia memiliki toleransi yang rendah. “kamu nggak berhenti dulu?” tanya Devan saat melihat Winter yang masih asik minum,padahal Devan sendiri sudah berhenti karena dirinya yang mulai tidak sadar. Winter menggeleng “tenang saja aku masih sadar kok” jawab nya dengan percaya diri,Devan mengangguk dan membiarkan Winter yang terus minum. “saya lihat pak Devan,perhatian sekali dengan ibu Winter,bisa nih sebentar lagi kartu undangannya kami terima” celetuk seorang pria diseberang sana. Devan tertawa mendengarnya,sedangkan Winter hanya bisa tersenyum malu “doakan saja ya pak semoga cepat,ini lagi tahap pendekatan” balas Devan dan mendapat cubitan dari Winter. Seketika semua orang disana bersorak kegirangan mendengar perkataan Devan,tapi tidak dengan Axel pria itu hanya diam dengan wajah datar nya di samping Dona.tatapan mata mereka bertemu,Axel menatap Winter dengan tajam bagai medusa yang siap menjadikan musuh nya menjadi batu,dengan cepat Winter mengalihkan pandangannya ditatap Axel seperti itu menakutkan. 1 jam berlalu,akhirnya Winter sudah kehilangan kesadarannya,dia bahkan tidak bisa mengangkat kepala nya lagi. “Winter,kamu bisa jalan?” tanya Devan saat ini sebagian dari mereka sudah pulang. Winter mengangkat kepala nya yang sangat pusing “bisa kok” balas Winter,dia bangkit tetapi baru saja dia bangkit,Winter sudah limbung kembali. Melihat hal itu reflek Devan memeluk pinggang Winter agar tidak terjatuh. “kalau kamu nggak kuat,biar aku pesankan taxi” Winter menggeleng,dia tidak ingin menyusahkan Devan,Devan menatap Winter khawatir wanita itu sudah pasti tidak bisa berjalan menuju hotel mereka. “biar aku antar” Axel tiba tiba datang dan menarik badan Winter ke pelukannya. “tidak usah,aku bisa mengantar nya” balas Devan dan menarik tangan Winter lagi “kamu yakin? Kamu sendiri saja susah untuk berjalan pulang” ucap Axel dan membuat Devan terdiam,dia membiarkan Axel membawa Winter pulang,Axel benar dia sekarang juga mabuk bagaimana dia bisa menjaga Winter. Axel menggendong badan Wintersaat wanita itu bahkan tidak bisa berjalan dengan benar. “naik kepunggung ku” Axel menunduk dan meminta Winter untuk naik. Winter hanya diam menatap Axel. “naik Winter,apa kepintaran mu juga hilang karena mabuk?” Axel menarik tangan Winter dan menuntunnya untuk menaiki punggung nya “pegang erat di leher ku” Winter menurut dia meliltkan tangannya di leher Axel dan memeluk nya erat.Axel menarik nafas nya untuk saja tempat yang mereka datangi ini tidak terlalu jauh dari hotel mereka. Disepanjang jalan Winter meracau sendiri,terkadang dia tertawa bahkan memukul punggung Axel. “akhir akhir ini kenapa kamu selalu mehindari ku?” Axel hanya bisa menutup mulut nya mendengarkan semua keluh kesah Winter “aku nggak suka,aku kesepian” lanjut nya dan membuat Axel berhenti berjalan “kamu kesepian?” tanya Axel Winter mengangguk “tidak ada yang bikin darah ku naik lagi” lanjut Winter dan membuat Axel memutar kedua bola mata nya. “Axel,axel berhenti sebentar” Winter memukul punggung Axel dan membuat Axel berhenti,Winter dengan cepat turun dan berlari menuju tempat sampah,dia memuntahkan semua isi perut nya disana. “sudah tahu nggak kuat minum masih saja minum” omel Axel,walau begitu dia memijit punggung Winter dengan pelan. “tunggu sebenter” Axel berlari menuju vandingf machine dan membeli minuman untuk Winter “ini minum dulu” Winter menerima dan meminum nya. “kepala pusing sekali Xel” keluh Winter,kepala nya benar benar pusing sekarang Axel dengan cepat menahan badan Winter yang hampir saja limbung,dengan terpaksa Axel menggendong Winter dengan bridal style,sedangkan Winter hanya melilitkan tangannya erat di leher Axel dan memasukkan kepala di d**a Axel. ** Axel meletakkan badan Winter di atas bed dan menyeringit bingung saat tidak melihat keberadaan Dona disana. “Dona kemana?” tanya Axel “dia tidak menginap disini tapi di rumah nenek nya” “jadi kamu sendirian?” Winter mengangguk,tapi kembali bangkit dan berlari menuju kamar mandi dan memuntahkan kembali isi perut nya. “baju kamu kotor semua” ucap Axel,Winter mengangguk dan berjalan menuju koper nya,dia membuka pakaiannya dengan santai tanpa mehiraukan keberadaan Axel disana. Axel meneguk saliva nya dengan dalam,dia pria normal dan melihat pemandangan di depannya ini secara langsung siapa yang tidak tergoda. “Winter” ucap Axel serak Winter mendongakkan kepala nya dan menatap Axel dengan polos,Axel menghembuskan nafas nya sial Winter memang menguji kesabarannya,tanpa memperdulikan apapun lagi Axel berjalan mendekati Winter yang terduduk di pinggir bed nya dan mencium nya cepat. Karena ciuman yang agresif dan tiba tiba itu,Winter tidak bisa menahan tubuh nya dan limbung,Axel terus menciumi Winter dengan agresif tanpa memperdulikan Winter yang kehabisan nafas,dan sial nya Winter malah membalas ciuman dari Axel dengan tak kalah ganas nya. “Axel” ucap Winter,tetapi Axel tidak peduli dia terus menciumi Winter di leher dan d**a nya dan meninggalkan beberapa tanda. “kamu mau aku berhenti?” tanya Axel dan menatap Winter,Winter menggeleng dan langsung mencium Axel,seakan mendapat lampu hijau Axel meneruskan aktifitas nya untuk membuat karya di atas tubuh Winter. Sedangakn Winter,dia tahu apa yang di lakukan ini tidak benar tapi dia tidak bisa berhenti begitu saja,ada di dalam diri nya yang melarang nya untuk berhenti . “Axel” ucap Winter lagi saat Axel sedang asik “kita belum menikah,kita tidak bisa meneruskan ini” ucap Winter susah payah saat pikirannya kembali jernih. “Axel terdiam dan menatap wajah Winter yang memerah,lalu tersenyum dan mencium kening Winter,turun ke hidung dan terakhir di bibir nya. “kamu istriku,kamu selalu menjadi candu bagiku,bahkan dengan seperti ini saja sudah mengobati rasa rindu ku” axel mengatakannya dengan dalam,sedangkan Winter hanya menatap Axel yang di atas nya. “karena aku tidak ingin melakukannya tanpa persetujuan kamu” Axel bangkit dari bed Winter dan melepas pakaiannya. “mungkin lain kali” ucap nya dan masuk ke dalam kamar mandi Winter,sedangkan Winter hanya ternganga melihat Axel,pria itu pergi begitu saja saat seperti ini? Akh sial bukannya dia sendiri yang meminta Axel untuk berhenti,tetapi kenapa sekarang Winter merasa sedikit kecewa? Setengah jam Winter menunggu Axel keluar,dan keluar lah Axel dengan pakaian lengkap nya,melihat itu Winter langsung menyelimuti semua badannya dan pura pura tertidur. “tidurlah istri ku” ucap Axel,dia lalu naik ke atas bed Winter dan memeluk Winter dari belakang,sungguh Winter ingin mengatakan kepada Axel untuk keluar karena bagaimana pun teman kantor nya berada di hotel yang sama dan melihat mereka seperti ini apa yang akan di katakan orang orang. “aku selalu mengatakan untuk menjauhi Devan tetapi kamu tidak pernah mendengarnya,suatu hari aku akan memberikan pelajaran” ucap Axel lagi,dia mencium belakang leher Winter yang membuat Winter kegelian. “aku tahu kamu belum tidur” Winter seketika menegang,dia sekarang sadar kalau Axel junor itu mengeras di belakang nya “tapi aku tahu jika aku menuntut hak ku,kamu tidak akan siap,aku akan menunggu waktu yang tepat” Winter lagi lagi di buat bingung demngan perkataan Axel,hak apa yang harus di penuhi dan kenapa Axel selalu mengatakan kalau diri nya adalah istri Axel,apa ada kejadian di masa lalu yang di lupakan?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN