Diam-diam Hasta masuk timnas lagi. Disela-sela pelajaran sekolah, ia menyempatkan diri untuk latihan. Pradipto sedikit memberi kelonggaran setelah tahu kalau Hasta punya teman seperti Tama. Yes, orang tua itu suka dengan Tama Wijaya, cowok dengan kepribadian baik. “Gue balik duluan ya, bro!”seru Tama sambil membereskan bukunya setelah bel pertanda pulang berbunyi. “Buru-buru amat?” “Gue ada janji sama cewek tercantik di kelas ini. Okay , bye! Sampai jumpa besok!”ucapnya sambil bergegas. Hasta yang penasaran mengintip dari jendela kelas. Hell, dia pergi dengan Bunga? Hasta tahu dengan jelas kalau Tama tak mungkin suka dengan Bunga. Ya, dalam arti jadi pacar. Bunga itu bukan tipe Tama. Lalu, apa yang sedang mereka rencanakan? “Has, buruan. Udah ditungguin tuh.” panggil seseorang yan

