Sore itu, Hasta sampai di salah satu apartemen yang ada di Jakarta Pusat. Ia memarkir mobilnya dan langsung naik lift ke lantai 7. Mumpung dapat jatah libur, dia bisa bertemu dengan Tama disana. Setelah jadwal padat dan berliku, Tama bisa stay di Jakarta untuk waktu yang lama. Meski begitu, ia harus memenuhi janji dengan beberapa stasiun televisi. Itulah alasan kenapa dia memilih tinggal di pusat kota biar gampang kemana-mana. Hasta disambut dengan tumpukan makanan yang dibeli secara online. Hasta sampai kaget saking banyaknya makanan itu. Bisakah mereka menghabiskannya berdua? Ternyata disana ada Rian juga, manajernya Tama. “Ah, gue pergi dulu kalau gitu.”ucap Rian sambil bergegas. “Loh, lo gak nginep?” “Engga.” “Ini makanan sebanyak ini mau diapain?” “Habis kok, itu si Tama lagi

