“Mari silakan, masuk, Dok!” Tari mempersilakan dokter cantik itu masuk. Dokter wanita itu berjalan mengikuti Tari. Belum sempat melakukan pemeriksaan apa-apa, Inah muncul. “Neng, ini tespecknya! Eh sudah manggil dokter juga?” tanyanya. “Mama yang panggilin, Bi!” ucap Tari. “Alhamdulilah!” Netra Inah berkaca-kaca mendapati jika sang majikan mulai memperhatikan menantunya. Tari tersenyum. Ada perasaan berbunga juga di hatinya. Ternyata semua kejadian kemarin ada hikmahnya. Kini Marni seperti sudah mulai bisa menerimanya. Dokter tersebut mulai melakukan pemeriksaan. Beberapa pertanyaan diajukan. Kemudian setelah mendapatkan diagnosa dia meminta Tari untuk melakukan pemeriksaan dengan tespeck yang tadi dibeli Inah di apotek. Tari menurut. Dia segera berlalu ke kamar mandi. Dengan ta

