Bab 25

1576 Kata

Andra memijat pelipisnya. Satu cangkir teh hangat buatan sang istri menemani sore yang terasa penat itu. Permasalahan yang dibuat Hans ternyata cukup rumit. Dia meminjam uang atas nama perusahaan dengan nominal yang sangat besar. Sementara orderan dari beberapa customer sudah banyak yang beralih ke perusahaan lain. Beberapa penurunan kualitas dari produksi dan delivery cukup berpengaruh terhadap kestabilan order. “Mas, apa ada masalah?” Tari keluar dari dalam rumah menghampirinya yang tengah duduk di teras. Andra menoleh pada sang istri dan memasang senyum termanisnya. “Sedikit!” ucapnya. Meskipun sebetulnya hatinya menentangnya, karena itu bukan masalah yang sedikit sebetulnya. “Apa aku bisa bantu?” Tari menatap wajah kusut sang suami. Beribu kali berbicara tidak, tapi dari raut w

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN