Jinan bangun terlebih dahulu daripada sang ibu. Dengan perlahan, ia pun melepskan pelukan ibunya tanpa berniat membangunkan wanita setengah baya itu. Setelah itu, ia pun berdiri dan berjalan keluar kamar. Ketika ia membuka pintu kamar, dirinya langsung dikagetkan oleh seorang gadis kecil yang sudah berdiri di depan pintu dengan pakaian seragam sekolahnya. “Haii …” sapa Jinan seraya berjongkok menyatarakan tubuhnya dengan gadis kecil itu. Ia tersenyum lembut seraya menatapnya. “Gimana tidurnya, nyenyak?” lanjut Jinan. “Kak Jin!” gadis kecil itu langsung memeluk tubuh wanita di hadapannya. Ia melingkarkan kedua tangannya di leher Jinan. “Ibu nggak nyeritain dongeng, aku nggak bisa tidur semalam. Aku mau tidur sama Kak Jin aja,” adunya kepada Jinan. Jinan terkekeh pelan. “Ibu mungkin capek

