Pagi ini, Jinan tak bersemangat melakukan apapun setelah kedatangan wanita yang ia benci. Ya, siapa lagi jika bukan Anita. Wanita itu pagi-pagi sekali sudah datang ke rumah dengan membawa banyak makanan. Jinan menatapnya terus dari tadi, wanita itu kini tengah berbincang dengan Kak Kia. Apa maksud kedatangan wanita itu sambil membawa banyak makanan? Apakah ia berusaha untuk mengambil hati dari Kak Kia, Bang Danu, Cantika dan juga ... Randu? Jinan tersenyum miring. Ya, tentu saja maksudnya seperti itu. “Jinan kenapa dari tadi diam saja? Sini, gabung kita ngobrol bareng,” ucap Kak Kia kepadanya. Jinan pun hanya tersenyum kecil. Ia tak akan mau berinteraksi lagi dengan wanita itu. Ia sudah sangat kesal dengannya karena ia pintar sekali berakting menjadi orang baik di hadapan Kak Kia dan

