BAB 43

1590 Kata

Pakaian yang berakhir mengenaskan semalam berserakan kemana-mana. Joehan segera mencari keberadaan pakaiannya dan segera menutup tubuh yang telanjang itu. Ia duduk menenangkan diri di atas sofa berwarna hitam. Berusaha mengingat apakah semalam ia mengeluarkan benihnya di dalam sangkar Lusi. Atau menyemburkannya di luar. Sialnya ia mengingat bahwa Lusi adalah Chyntia. Pantas saja dia melakukan pergulatan cukup panjang dan panas. Yang di pikirannya kan Chyntia. 'Sial, sungguh sial. Bagaimana jika Lusi hamil. Betapa bodohnya aku, mabuk dan menganggap Lusi adalah Chyntia,' gumam Joehan dalam hati. Ia meminta Brian membawakan sebuah obat yang berharga. Berharap Lusi tidur pulas dan tak bangun karena dia sudah tidak lagi disampingnya. Brian datang tanpa suara. Menunggu Joehan membukakan pin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN