Lusi kesal teleponnya tak kunjung diangkat oleh Joehan. Ia merasa malu pada sang kakak yang membanggakan dirinya adalah wanita yang paling dicintai Joehan. Lisa menantang Lusi. “Tidak di angkat, kan? Jangan-jangan dia hanya memanfaatkan kamu saja!” “Dia hanya sedang sibuk saja, Kak!” Lusi mangkir dan tidak mau kalah. “Mana sini kau lihat chat kalian? Aku saja memperlihatkan chat yang dia berikan padaku. Masa kamu tidak! Buktikan padaku jika kalian bertunangan bukan karena sebuah keuntungan tapi atas dasar cinta!” Sebuah tamparan keras dari perkataan Lisa membuat hati Lusi bergemuruh. Keluar bulir keringat dingin dari pori-pori kulitnya. Tidak ada chatnya yang di balas oleh Joehan. Pasti ia malu jika kakaknya tahu kalau Joehan bertunangan dengannya atas dasar sebuah paksaan. “Ini sebua

