Terlintas ide dalam pikiran Chyntia. Ia ingin membalas perlakuan seorang pria yang terus saja menjahilinya. "Apa kita harus olahraga sekalian karena rasa kantukku mulai menghilang?” saran Chyntia. Dahi Joehan berkerut mendengarnya. “Olahraga? Olahraga apa?” “Olahraga denganmu. Di atas kasur ini.” Chyntia menepuk permukaan ranjang empuk yang mereka duduki. “Maksudmu yoga?" “Bukan!” Chyntia mencebik gemas. “Lalu?” Joehan kebingungan. “Olahraga, sebuah pertandingan gulat. Kita bertarung, bertukar keringat dan saling mengalahkan.” Chyntia mengedipkan sebelah matanya. Ia menarik tangan Joehan dan mengarahkan ke simpul jubah mandi yang dikenakannya, menggoda pria itu agar membuka ikatan tersebut. Joehan sontak menarik tangannya dan menjentik kening Chyntia . “Hey … sadar!” “Joehan … sak

