Naya mendorong kursinya ke pinggir gedung. Tatapannya lurus ke langit yang pagi ini cukup cerah untuk sekedar menenangkan diri. Angin bersemilir lembut dari luar jaring-jaring besi yang menghalangi siapa pun untuk terjun bebas ke lantai paling dasar dari lantai empat. Dan di sinilah Naya, dia kembali ke tempat paling menenangkan dulu. Tempat di mana dia menghabiskan waktu bersama Darrel untuk sekedar mengobrol ringan atau malah sekedar menghabiskan waktu sendirian. Menepi dari keramaian, dan menangis dalam diam. Naya menutup kedua matanya. Mencoba menikmati udara pagi hari yang begitu menenangkan. Dia sengaja datang pagi agar mendapatkan moment terbaik ini. Lagi pula, hari ini adalah hari sabtu, dan semua kegiatan belajar mengajar memang ditiadakan. Kampus

