Dia di sana, berlari ke luar rumah saat mobil milik Darrel dan pick up memasuki jhalaman rumah di sebelah rumahnya yang selalu kosong. Dia tersenyum. Wanita berkuncir dua yang memiliki senyuman manis dengan lesung pipi di kedua pipinya. Dia tampak bahagia saat melihat Darrel menuruni mobil. Kedua matanya berbinar-binar, bersembunyi di baliik tiang kayu di teras rumahnya. Sesekali dia memutar ujung rambutnya dengan jari telunjuk tangannya. Lantas tersipu malu seakan-akan sang objek, menyapanya dari kejauhan, padahal sebenarnya tidak sama sekali. Sudah sejak pagi dia menanti dengan gelisah. Bahkan dia mengabaikan semua pekerjaan rumah demi menanti di teras rumah. Berulang kali mendongakkan kepala, setiap kali ada mobil lewat. Namun lagi-lagi, kekecewaan hadir

