33. Kau Bukan Mas Derya

1007 Kata

Mendengar ucapan Derya membuat jantung Serkan berdegup kencang. Bagaimana kalau rencana pria itu untuk memisahkannya dengan Guzel berhasil? Lalu, bagaimana dengannya? Ia tidak akan bisa hidup jika tanpa Guzel di sisinya. "Cukup!" geram Guzel membentak. Ia melepaskan tangan Serkan dan bergerak ke depan di mana posisi berdiri sebelumnya. Dadanya bergerak naik-turun dengan nafas yang bergerak cepat. Manik matanya membola dan memerah. "Kau bukan Mas Derya," kata Guzel dengan penekanan di setiap kata. Bukan tanpa alasan Guzel langsung menuduh kalau pria yang ada di hadapannya kini bukan Derya, suami pertamanya. Derya yang ia kenal adalah pria tulus yang selalu rela mengorbankan diri demi menyelamatkan nyawa orang lain. Bukannya menyalahkan atas apa yang telah menjadi keputusannya. "Apa mak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN