**Brian POV** Sepulang mengantar Reres aku melangkah menuju makam Saga. Jaraknya tak jauh hanya sekita lima puluh meter dari rumah Reres. Aku baru bisa mengunjungi lagi karena harus menemani Reres dan Nara di rumah sakit. Gundukan tanah Saga masih basah, dengan bunga yang segar. Aku malah lupa beli bunga waktu ke sini tadi. Sepertinya, ada yang ke sini lagi tadi. Mungkin orang tua Reres. Kehilangan Saga bukan hanya duka untuk Reres dan Nara tapi, juga untukku. Sejak lulus SMA aku tak lagi memiliki orang tua. Lalu aku jadi tergantung pada Saga yang sibuk mengajakku ke sana ke mari membangun karir dari nol. Aku yang menyaksikan sendiri bagaimana ia berjuang untuk MJ studio sampai bisa berada pada titik ini. Aku berjongkok di samping nisan Saga. Aku tepuk kayu yang bertuliskan nama sahab

