Memasuki Minggu ke empat belas kehamilanku. Ibu dan mami masih berada di rumah. Sejujurnya, aku merasa pusing sendiri, ibu banyak melarang ku tak boleh minum air dingin, tidak boleh minum teh terlalu banyak, tidak boleh makan dengan menyangga piring dengan tangan, dan ibu sering sekali mengungkit masalah yang sama. Tentang, keterlambatan ku mempunyai bayi dan lemahnya kehamilan ini karena aku sudah cukup berumur. Lalu mami membelaku, meski aku cukup senang mami membela dengan cara yang elegan. Hanya saja perang dingin di antara keduanya buat kepalaku sakit. Seminggu, mereka di sini dan empat hari kebelakang aku kembali mengalami mual hebat dan semakin lemas. Namun, semua masih cukup baik karena aku tak mengalami pendarahan atau flek seperti sebelumnya. Dan saat hamil seperti ini buat a

