"Gini ya Bri, pertama kita enggak tau gimana kondisinya. Bisa aja ibu-ibu itu terlalu panik sampai dia cuma bisa diem aja. Respon orang terhadap kepanikan itu beda-beda." Aku hela napas lalu menatap Brian yang jelas masih sangat marah. "Kedua, posisinya enggak tau Nara salah atau enggak. Bisa aja dia yang mau melakukan sesuatu terus temennya geser posisinya terus, Nay hilang keseimbangan dan dia jatuh." Ia masih diam, seolah tak terima dengan apa yang aku katakan. Brian terlalu emosional dalam menanggapi hal-hal mengenai Nara dan itu menyebalkan sebenarnya. Aku tau Brian begitu sayang pada Nara hingga menjadi protektif seperti ini adalah salah satu caranya menunjukkan betapa ia menyayangi Nara. "Gue tau Lo sayang sama Nara. Gue juga, dia anak gue yang gue kandung dan gue yang melahirkan

