**Bumi POV** Aku berjalan masuk ke ruangan dengan cepat. Sumpah ya aku itu ngapain sih? Jujur, aku bukan orang yang bisa atau pandai membuat lelucon atau semacamnya. Namun, melihat Reres tertawa karena hal yang aku lakukan rasanya menyenangkan. Aku beergerak enggak jelas di ruangan, entah sudah beberapa kali aku memutari ruangan ini. Kemudian berakhir duduk di kursi. Aku kemudian menghubungi Kanaya, yang jelas cuma dia yang bisa aku hubungi saat ini. Namanya pengangguran tajir, mau apa dia jam segini selain santai dan menikmati hidup? Tak lama sampai ia menerima panggilan dariku. "Hmm why?" "Lagi ngapain lo?" tanyaku berbasa-basi. "Biasa rebahan, gue harus banyak istirahat untuk program baby." "Hei, si Abian masih satu tahun lho umurnya." Aku ingatkan itu, gila sih kalau dia mau

