#KECEWA

559 Kata
Bab 2 Setelah kami sampai di rumah sakit, dokter kandungan langsung memeriksa ku, dan butuh waktu untuk menunggu persalinan nya. Waktu demi waktu, jam berputar begitu cepat, hingga aku saatnya melahirkan,,, Ya Tuhan.. Sakitnya menusuk seluruh tubuh,, "Satu.. Dua.. Tiga.. . " Oek.. Oek.. Akhirnya,, yang dinantikan sudah hadir... Anakku lahir sehat normal dan sempurna, berat badannya jg lumayan, sebesar empat kilo,, Tapi ada sedikit rasa kecewa setelah dokter berkata: "Selamat ya bu, anak nya cewe, sehat normal dan cantik" Deg Rasanya hati ini mau menangis, jenis kelamin anakku tidak seperti yang ku harapkan,, Aku sih dengan senang hati karena hadir nya putri kedua ku ini, tapi yang aku pikirkan, sampai membuat hati ini mau menangis yaitu keluarga suamiku, apalagi mertuaku yang mengharapkan cucu laki laki dari saya.. Ya Tuhan,, waktu lahiran anak pertama saja aku diasingkan karena anakku cewe, apalagi ditambah ini nanti,,, Aku tak bisa membayangkan bagaimana perlakuan mertua nantinya samaku... "Mah udah, gak apa apa, semua anak itu sama kok, mau cewe mau cowok sama aja bagiku", ucap suamiku, seperti menyemangati ku. Dia sepertinya tau apa yang sedang ku pikirkan, apalagi dia sangat tau apa yang diharapkan ibunya kepada kami... " Mah"... ?? "Eh iya pa".. Aku tersadar dari lamunan ku yg memikirkan sifat mertua nanti nya kepada kami. " Udah mah, gak apa apa kok" Aku bangga punya kalian" Ucap suamiku membuyarkan lamunanku.. Untung saja aku punya suami yang baik dan pengertian... Dialah yang membuat aku semangat. Mungkin hatinya pun ada sedikit kecewa, tapi pikirnya untuk apa kecewa toh datang anugerah dari Tuhan, Tuhan pasti punya rencana yang indah dibalik semuanya ini. Seperti itu sih setau ku sifat dan karakter suamiku, dia tidak pernah menyesali apa yang terjadi. "Ini anaknya bu" Suster memberikan bayiku kepadaku. "Makasih Sus" Ucapku sambil memandangi wajah imut nanti lucu bayiku yang cantik. Ku peluk, ku cium wajah bayiku yg lucu, dalam hati berkata, Ya Tuhan... Ini anugerah dari mu,, apa yang salah dengan bayiku ini, sehingga ada orang yang tidak menginginkan kehadirannya... Bang dani dan kak juni yang sedari tadi di samping ranjang ku menatapku dengan kasihan, aku tau mereka juga tau apa yang sedang ku rasakan. "Udah dek gak apa apa, kan ini masih anak kedua loh, lagian anakmu ini cantik imut lagi, jangan pikirkan apa yang membuat mental mu jatuh dek, pikirkan saja, di luaran sana masih banyak yang menginginkan anak malah sampai !puluhan tahun pun Tuhan belum memberikan mereka seorang anak. Bagi mereka yang di luaran sana sekarang yang penting ada anak, mau cewe atau cowok pun gak masalah, karena mereka sangat menginginkan kehadiran seorang anak. Tapi ini kamu diberikan Tuhan anugerah, bayi yang cantik meskipun dua duanya anakmu cewe, tapi syukuri aja dek, kehendak Tuhan bukan kehendak kita". Ucap kak juni panjang lebar menyemangati ku. "Iya kak" Gak apa apa kok, aku malah senang aku punya dua buah hati yang cantik cantik seperti putri putri ku sekarang" Ucapku menyemangati diri sendiri. Mas Ari tampak sibuk mengurus berkas berkas yang di perlukan di rumah sakit. Setelah semua sudah beres kami berencana untuk pulang, karena kalo semakin lama di rumah sakit, maka akan semakin banyak administrasi yang akan di bayar. Sore menjelang malam kami di ijinkan pulang oleh dokter, Akhirnya kami sampai juga di rumah dengan hati bersyukur. Didepan teras terlihat ibu mertua sedang menantikan kedatangan kami, mungkin dia gak sabar melihat cucu yang sesuai harapannya. Mungkin.. Bersambung.....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN