Semua orang berkumpul di rumah Melody. Mulai dari geng Elang, Aniya, Danis, dan keluarga Melody sendiri. Kecuali Adela, entah kemana gadis itu. Mereka semua turut membahas tentang kesehatan Melody yang belum juga membaik, malah bisa dibilang semakin parah. Gadis itu sering teriak-teriak tidak terkontrol, lalu tiba-tiba tertawa, dan marah-marah lagi. Seperti itu terus hampir setiap hari. Yunita, yang notabene ibu kandung dari Melody jelas merasa khawatir melihat kondisi putrinya menjadi seperti itu. Apalagi sebelumnya Melody tidak pernah mengalami hal-hal seperti ini. "Kata psikolog nya apa Tante?" tanya Mahesa. "Tumbuh kepribadian baru dalam diri Melody. Dia merupakan sosok yang pemarah, pendendam, juga sosok yang suka merusak. Tante khawatir Melody kenapa-napa karena kepribadian baruny

