"Gua kehilangan jejak." Lapor Mahesa ketika sudah menginjakkan kaki di markas. Hanya ada Andra dan juga Wildan di sana. "Gak apa-apa, Sa. Tinggal tunggu kabar dari yang lain aja." "Lo gimana bos? Dapet kabar apa hari ini?" tanya Rival. "Gak dapet apa-apa. Kayaknya orang itu udah curiga ada yang ikutin, makanya dia gak keluar lewat pintu depan." "Huft!" Mahesa menghela napas kasar. "Gua takut terjadi apa-apa sama Melody, Ndra." "Ada Anggara. Gua yakin dia bakal selalu disamping adiknya," balas Andra tenang. "Gua khawatir serius dah. Bang Gara pernah cerita sama gua katanya dulu Melody sempet diculik, dan sampe sekarang belum inget siapa penculiknya." Andra menegakkan tubuhnya. "Melody pernah diculik?" tanya Andra yang mendapat anggukan dari Mahesa. "Itu artinya kuncinya ada di Melod

