Sudah tiga hari Melody disekap di ruangan gelap dan pengap ini, tanpa diberi makan apa pun. Wajahnya terlihat layu, bibirnya sangat pucat. Selain menahan lapar, Melody juga dehidrasi karena kekurangan asupan air mineral. Melody takut di sini, kenapa semua orang tidak ada yang mencarinya? Kemana mereka semua sampai membiarkan Melody berhari-hari di sini. Dengan seorang lelaki ambisius yang sama sekali tidak meninggalkan dirinya dan terus mengawasinya. "Kak, Mel laper..." ujar Melody lirih. "Kita itu lagi di hutan, jadi mana ada makanan di sini." "H-hutan? Kenapa kita ada di hutan, kak?" beo Mel dengan suara sangat kecil. Tubuh ringkihnya sudah tidak bisa berontak lagi, dirinya pasrah diperlakukan apa saja oleh Dewa. Karena setiap Melody melawan, dirinya justru akan mendapat tamparan. P

