Malam hari, sesuai janjinya Mahesa datang ke rumah Melody untuk menemani gadis itu. Ia berharap kondisi Melody sudah membaik karena insiden tadi, karena dirinya yang tidak akan tenang kalau sampai Melody kenapa-napa. "Duduk, Sa," suruh Anggara. Lelaki itu langsung menyediakan minum untuk Mahesa. Sedang Aniya sudah pulang setelah makan bersama Yunita sore tadi. "Melody udah sadar, bang?" tanya Mahesa. "Tadi sih belum, coba cek aja sana." "Boleh, nih?" "Boleh, asal jangan macem-macemin adek gua." "Gua masih tahu batas bang kalau soal itu," sahut Mahesa. "Iya, gua percaya." Lagi-lagi, Anggara mengucapkan kata percaya dengan sangat gampangnya. "Lo ke kamar aja sendiri, gua mau cek keadaan mamah dulu." Anggara mempersilahkan. "Iya. Kalau gitu gua ke Melody dulu." Mahesa beranjak menuj

