Setelah beberapa minggu liburan kenaikan kelas, Melody kembali menginjakan kakinya di koridor SMA Wijaya. Sudah banyak siswa-siswi yang berlalu lalang, sepertinya mereka sangat antusias karena dapat kembali bertemu dengan teman-temannya. Melody beranjak menuju kelas dua belas, dimana bagi mereka satu tahun itu terasa sangat singkat. Mereka akan dihadapkan dengan kenyataan hidup yang sesungguhnya setelah lulus nanti. Entah bersaing ketat masuk perguruan tinggi, atau bersaing mencari pekerjaan. Semua tergantung keinginan dan kemampuan masing-masing. Melody tengah berjalan bersisian dengan Adela, sahabatnya sedari kecil. Dimana ada Melody, disitu ada Adela. Mereka seperti tidak bisa terpisahkan. Adela tidak mudah tersenyum, jika bukan Melody yang terus berusaha membuatnya tersenyum. "Ada a

