Seoul, 2017 “Nana, aku sangat merindukanmu.” Anna membeku mendengar perkataan Chanyeol. Ia sama sekali tidak tahu kenapa Chanyeol tiba-tiba bersikap seperti itu pada dirinya. Belum lagi, Luna juga melakukan hal yang sama dengan menganggapnya sebagai Nana. Ia bisa paham kalau Luna bersikap seperti itu pasti karena wajahnya yang mirip dengan Nana. Tapi, Chanyeol? Sungguh, ia tidak mengerti. “Kakak, aku Anna bukan Nana,” Anna berujar lirih, tapi ia tidak mendorong Chanyeol agar menjauh darinya. Ia tetap berdiam diri dalam dekapan pria itu. Sepertinya Chanyeol menyadari situasinya. Dengan sedikit gelagapan, ia segera menjauhkan dirinya dari Anna. “Ma-Maaf, Anna. Ak-aku berhalusinasi tadi.” Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Ayah, jadi ini bukan Ibu?” Luna yang sejak tadi me

