“Siapa kau?” ini mungkin adalah pertemuan pertama Feliks dengan Mukade setelah sekian lama. Dia mungkin lupa atas kunjungan yang pernah pria ini lakukan karena waktu itu Feliks terlalu sibuk dengan pendidikannya sebagai seorang putra mahkota. “Maaf saya terlambat mengenalkan diri. Saya adalah seorang gubernur dari wilayah perbatasan antara Abaskus dengan Alraml yang merupakan wilayah bagian dari kekuasaan anda. Kedatangan saya kemari karena barangkali bisa membantu membuka sedikit cakrawala anda mengenai apa yang mungkin anda ingin ketahui. Namun hal tersebut akan terjadi apabila anda menjamin keselamatan saya,” ujar Mukade dengan lancar. Seringai terlihat di wajahnya. “Yang Mulia! Apa kita bisa mempercayai orang asing untuk bersaksi? Bisa saja dia orang yang dibayar oleh Pangeran untu

