“Yang Mulia, saya menemukan sesuatu seusai kejadian malam itu,” Sang dayang merogoh sesuatu dari balik hanbok sederhana yang dia kenakan. Gavin hanya dapat tertegun tatkala melihat sebuah tusuk rambut yang memiliki bercak darah yang sudah menghitam pada ujungnya yang tajam. Tidak seperti tusuk rambut pada umumnya. Sang dayang lantas menyerahkannya begitu saja pada Gavin. “Saya yakin bahwa anda bisa melihat sesuatu dari benda ini secara objektif. Saya percaya anda adalah orang yang bisa mengusut hal ini lebih baik dari siapapun. Dan yang perlu anda ketahui bahwa tusuk rambut ini bukanlah milik mendiang Yang Mulia Selir. Saya bisa menjamin mengenai hal itu karena saya sudah melayani beliau sejak masih muda.” Gavin tidak berkomentar, sebagai gantinya dia hanya mengambil tusuk rambut ter

