Semakin larut. Keheningan mendominasi malam ini, suasananya terlalu sepi. Semestinya dalam situasi ini matanya bisa terpejam dengan mudah. Tapi tidak bisa. Sekuat apapun Haneul menutup mata dia tidak bisa melakukannya bahkan meski hanya untuk sejenak. Padahal dirinya sudah berusaha keras untuk menghilangkan kata-kata yang dia terima dari Ibu Suri, namun malam ini ketika dirinya sendirian, dia justru kian dibayangi. Mungkin benar, bila berada dibawah asuhan Permaisuri anaknya kelak akan mendapatkan Pendidikan yang baik dan disayangi seperti halnya anak permaisuri sendiri. Setiap wanita pasti memiliki sisi keibuan bukan? Tapi Haneul tidak bisa mempercayakann buah hatinya pada Permaisuri. Tidak bisa. “Sudah kuduga, kau masih terjaga rupanya,” Haneul terlonjak tatkala mendengar suara yan

